PROLOG
Semua yang berkaitan dengannya tak lagi ku mengerti. Ia seolah-olah menghilangkan semua tentangnya dalam kehidupanku, tanpa ia sadari diri ini selalu merasakan sakit setiap kali ia melakukannya. Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa ia tidak lagi seperti orang yang ku kenali. Kemana perginya sosok seseorang yang selalu rela melakukan segala apapun yang kuminta dan kemana perginya sebuah pundak yang selalu sedia setiap kali ku membutuhkannya, tidakkah bisa ia kembali menjadi seorang yang selalu ada untuk ku disaat semua orang perlahan-lahan hendak menghancurkan diriku ini?
Naufan athala, kemana sosok yang menjadi pelindungku selama ini? Apakah kau sudah tak lagi peduli denganku. Salahkah aku jika mengharapkan semuanya kembali seperti semula, aku lelah. Lelah dengan semua orang yang memperlakukanku seakan-akan akulah yang paling bersalah atas semuanya. Aku butuh kamu.
Mungkin semuanya tak akan lagi terjadi, semuanya telah menghilang seiring dengan hilangnya dirimu serta rasa mu terhadapku. Sekalipun aku takkan pernah memilikimu, tapi bisakah kau tetap menjadi sosok penghiburku?
Apakah ini akhir yang sebenarnya?
BAB 1 Hilang?
Seakan semuanya hancur dalam sedetik. Semua yang terucap dalam mulutnya adalah hal yang paling ku takutkan selama ini. Benarkah semuanya telah terjadi dan berakhir? Ini bukanlah dirinya yang ku kenali selama ini. Kenapa disaat semua orang menyalahkanku, menyalahkan diriku atas semua yang terjadi dirinnya pun melakukakan hal yang sama dengan orang orang itu. Tuhan, kenapa semuanya harus terjadi dalam sekajap, aku bukanlah seorang yang kuat dalam menghadapi semua ini sendirian. Seorang yang ku harap bersedia memberikan pundaknya terhadapku nyatanya juga sama dengan orang orang lainnya.
Tak bisa lagi aku mempercayai dirinya dengan sisi yang sangat berbeda dengan yang dia berikan padaku selama ini. Baiklah jika ini yang kau inginkan, aku akan melupakan tentangmu namun jangan paksa aku untuk melupakan kenangan bersamamu.
****
Seorang gadis berperawakan mungil keluar dari apartmennya. Ia terlihat seperti sedang kebingungan pasalnya setiap ia akan berangkat ke kampusnya ia selalu mendapati sebuah surat yang tergeletak didepan pintu rumahnya. Tak ada seorangpun teman teman dikampus maupun sma nya yang mengetahui alamat rumahnya sekarang. Hanya satu orang yang mengetahuinya namun tidak mungkin dia yang melakukannya. Tanpa memperdulikan isi dari surat tersebut, gadis itu lebih memilih memasukkan kertas tersebut kedalam tasnya kemudian ia bergegas beranjak keluar apartmennnya.
Meyra Diatama. Gadis yang banyak dikagumi oleh orang-orang yang berada disekitanya, baik dikampus maupun disekolahnya dulu. Gadis yang dikenal selalu menampilkan sisi cerianya, selalu ramah terhadap adik angakatan maupun kakak angkatannnya. Orang-orang selalu menilai jika kehidupan gadis itu sangat bebas seakan akan tidak memilki beban dalam hidupnya. Namun,semuanya tidaklah semudah itu.
Meyra melewati koridor kampus nya untuk mencapai kelasnya yang berada di satu tikungan lagi. Koridor yang sedang dilewati olehnya tiaklah terlau ramai, mungkin sebagian kelas sudah mulai. Banyak yang menyapa maupun hanya tersenyum kepadanya sejak ia melangkahkan kaki di kampus ini. Selain dikenal ramah, ia juga dikenal karena kecerdasannya dalam hal akademik. Setiap temannya yang meminta bantuannya untuk memehami materi ia tidak akan menolak untuk mengajarinya dan semenjak melewati koridor ada saja yang meninta bantuannya, tanpa gadis itu sadari hal tersebut hanyalah kedok semata untuk mendekatinya oleh teman- temannya.
Sesampainya di kelas, meyra hanya melihat beberapa teman angkatannnya yang sudah berada di balik meja masing masing. Setelh menyapa teman-temannya, ia pun mendudukan dirinya di sebuah kursi yang tepat berada didepan meja dosen. Semuanya berjalan lancar hingga kelas pun berakhir lebih cepat daripada biasanya. Disaat teman-teman kelasnya sudah berhamburan keluar kelas, meyra masih menetap di kursinya dengan sebuah telepon berada di genggamannya. Dari raut mukanya ia seperti kebigungan dengan apa yang terlihat oleh matanya, pasalnya ia mendapatkan pesan yang mengatakan bahwa ia harus menuju ke taman belakang kampus oleh nomor seseorang yang tidak dikenalnya. Setelah cukup lama kebigungan dengan hal itu, meyra pun beranjak dari kediamannya setelah merapikan buku-buku yang ia keluarkan tadi.
*******
“ Lo emang bukanlah seorang yang layak untuk mendapatkan apa itu cinta. Seharusnya lo tau kalau lo itu tetap tidak lebih dari seorang gadis yang sangatlah lugudan menampilkan wajah polos disaat semua orang melihat kearah lo. Apakah dengan keadaan sekarang lo udah berpikir bahwa lo itu adalah seorang yang sngat bahagia? Gue tau lo gak lebih dari seorang gadis pengecut yang sangat rapat menyembunyikan semua apa yang telah terjadi di masa lalu. Lo itu seorang pecundang berkelas yang hanya bisa bertahan dengan keadaan sekarang tanpa lo sadari lo tidak pernah hilang dari ingatan lingkaran masa lalu lo itu.”
Meyra diam dengan muka datar dan tubuh yang menegang kala orag tersebut berhasil membuatnya kembali ke lingkran masa lalu yang tidak ingin ia ingat kmbali. Arkan fathilah. Seorang yang selalu berkata dengan raut muka yang tegas dan rahang yang mengeras. Meyra tidak mengerti kenapa ia bisa mengetahui tentang masa kelamnya. Karena lingkungannya sekarang sangatlah jauh dari lingkungan nya dahulu. Tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang masa lalunya.
“ apa peduli lo dengan kehidupan gue. Gue bukanlah seorang gadis lemah yang ada dala pikiran lo. Gua juga bukan seorang gadis polos yang dapat dibohongi hanya dengan kata kata lo itu.gue rasa gue gak ada salah sama lo ya. Gimana lo bia menyalahkan gue atas masa lalu itu sedangkan gue gak kenal sama lo.”
Inilah meyra yang sebenarnnya. Ia tidak akan peduli lagi terhadap kosa katanya nya yang berubah menjadi kasar ketika berhadapan dengan seorang yang mengungkit kembali tentang masa kelam itu.
“ LO EMANG SALAH DALAM HAL MASA LALU ITU! ‘dia’ ga akan menghilang pada peristiwa itu jika elo ga buat semuanya menjaddi rumit yang lebih menjadikan elo sla ialah elo telah buat ‘dia’ kecewa dengan semua kesimpulan yang lo buat sendiri itu. Semenjak hal itu gue malah semakin benci sama lo dan semua tentang lo. LO CAMKAN ITU!!”
Meyra hanya bisa menunduk dengan menahan air matanya agar tidak terlihat oleh Arkan yang telah berlalu dari hadapannya dengan meninggalkan semua kebingungan yang ia tinggalkan terhadap Meyra. Tanpa mereka sadari ada seorang yang mendengarkan semua pembicaraan mereka sedari tadi bersembunyi dibalik sebuah pepohonan.
******
Mmm, Baby i don’t understand this
You’re changing, i can’t stand it
My heart can’t take this damage
And the way i feel, can’t stand it
Mmm, Baby i don’t understand this
Girl, you’re making it hard for me
Lagu tersebut terus mengalaun didalam kamar seorang gadis dengan keadaan kamar sangatlah temaram, ruangan tersebut hanya diterangi oleh sebuah lampu tidur. Seorang gadis yang duduk ditengah tengah kasur dengan menekuk lututunya dan menggelamkan kepalanya dalam lipatan tangan yang ia letakkan di atas lututnya. Meyra hanya berdiam diri dikamarnya setelah pulang dari kampusnya tadi. Pekataan seorang lelaki tadi masih tergiang jelas di ingatannya. Semuanya masih terasa di hatinya,perkataan yang sangat membuat luka lama itu kembali basah setalah lama kering. Tidak seorngpun yang kuat jika setelah apa yang telah berushaa ia hilangkan kembali di bawa oleh seorang ke hadapannya. Itulah kenyataan yang sedang menampar keadaan meyra sekarang. Semuanya hancur dalam sekejap.
Meyra merasakan sesak serta nyeri pada dadanya saat sedang mencoba untuk bangkit dari tempat tidurnya. Perlahan-lahan ia mencoba bangkit dengan berpeganagan dengan nakas yang berada di samping tempat tidurnya, kemudian segera membuka laci meja belajarnya untuk mengambil beberapa butir obat untuk segera ditelannya. Setelah menelan butir-butir pahit tersebut, meyra kembali merebahkan tubuhnya agar rasa sakit itu tidak terlalu terasa. Setetes airmata jatuh mengalir di pipi meyra sesaat setelah ia berhasil merebahkan dirinya.
*******
Kehidupan yang terlihat dari luar tidak selalu memiliki arti yang sama didalamnya. Kalaupun sama itu hanyalah arti yang sesaat. Setelah melihat bagaimana gadis yang sedang beradu argumen dengan seorang laki-laki dengan akhir yang membuat gadis tersebut hanya menundukkan kepalanya. Naufan Athala, seorang laki-laki yang sedang memperhatikan perdebatan antara kedua makhluk berbeda jenis bertengkar tersebut. Naufan berajak dari persembunyiannya dengan langkah gontai menuju parkiran. Lelaki tersebut sedang mengurus surat kepindahannya ke kampus ini, setelah menjauhkan dirinya dari orang-orang yang ia sayangi. Ia terlalu takut untuk merasakan rasa kecewaaan itu lagi jika ia kembali ke tempat linkungan orang-orang masa lalunya. Sehingga ia memutuskan untuk memulai kehhidupannya yang baru di tempat ini, namun yang didapatkannya ternyata membuatnya merasakan kesakitan itu lagi. Orang yang selama ini berusaha ia hilangkan dari ingatannya ternyata berada di tempat ini. Bertahun-tahun Naufan berusaha mengenyahkan bayangan tentang gadis tersebut namun yang ia dapatkan hanayalah kesakitan setelahnya. Lalu, dapatkah ia menjalankan kehidupannya ditempat ini jika orang yang itu juga berada disekitarnya?
Naufan melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata. Ia marah dan juga merasa jadi pecundang terhadap dirinya, ia kembali mengingat kejadian pada masa itu. Dirinya yang lebih mempercayai satu informasi dan membuat ia marah terhadap dirinya sendiri adalah ketika tidak mendengarkan kebenaran dari peristiwa kemudian malah meninggalkan gadis di masa lalunya yang saat itu ia yakin sangat merasakan kepedihan serta kerapuhan mengetahui semua orang terdekatnya tak lagi mempercayai dan mengharapkannya lagi di kala itu. Sepanjang perjalanan naufan selalu mendapatkan sumpah serapah dari pengendara lain karena melajukan kendaraannya secara ugal-ugalan dikala jalanan sedang ramai.
Dikala pagi menyapa disaat itulah semua kepalsuan kembali menyala. Kembalinya pagi adalah hal yang akan melelahkan baginya. Tak semua hal indah akan menjadi kenangan yang akan dikenang selamanya, namun hal buruk yang akan terkenang selamanya. Sama halnya dengan rasa menyesal, jika apa yang telah diperbuat di masa lalu tak akan bisa di ubah kembali. Melelahkan rasanya jika semua rasa kepedihan yang dialami selama ini disimpan sendirian tanpa ada yang mampu meringankan rasa itu. Meyra telah berusaha membuka hatinya untuk menerima kehidupan dengan temannya akan tetapi hubungan itu hanyalah sebatas teman. Meyra tidak mampu menghilangkan ruang dihatinya untuk orang masa lalunya. Seseorang yang selama ini ia rindukan sosoknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar