ANAK NAGARI
Suara kicauan burung yang menghiasi pagi-pagi sebelumnya tak lagi terdengar. Akan tetapi, digantikan oleh gemericik air yang mengenai atap rumah-rumah warga. Pagi yang seharusnya menjadi awal dari mengawali hari, kini hanyalah pagi yang menghalangi hari. Mentari tak menampakkan sinarnya dan burungpun tak menampilkan kicauannya.
Pagi ini, harusnya kami sudah berada dilapangan sepak bola untuk menyiapkan alat-alat dan peralatan untuk lomba-lomba nanti. Akan tetapi, karena pagi ini di datangi oleh hujan jalan kami untuk ke lokasi sedikit terhambat. Seharusnya pada pukul 8.00 wib lomba-lomba yang sudah direncanakan oleh panitia semalam sudah dilaksanakan. Akan tetapi, panitia belum juga tiba di lokasi.
Panitia yang sudah sampai di lapanganpun diarahkan oleh ketua pelaksana untuk segera menyiapkan peralatan-peralatan yang akan digunakan nanti. Akan tetapi, alat untuk perlombaan ternyata belum lengkap. Tali tambang yang katanya tersedia di salah satu SD ternyata tidak ditemukan, sedangkan lomba tarik tambang tersebut akan dilaksanakan pertama kali. Karena tidak ada paintia disana yang bisa diganggu gugat tugasnya pun akhirnya aku dan salah satu temanku yang disuruh meminjam tali tambang ke salah satu SMP.
Ditengah perjalanan ke sekolah tersebut, ternyata hujan yang semula hanya gerimis menjadi hujan deras. Karena sekolah tersebut sudah dekat kamipun menerobos hujan itu. Sesampainya di sekolah, kami terdiam. Disekolah tersebut tidak ada seorangpun yang kelihatan dipekarangannya. Karena tidak melihat penjaga sekolah, kamipun mencari guru yang kebetulan sedang mengadakan rapat di beberapa kelas. Karena keadaan mendesak kamipun meminta pertolongan kepada salah seorang guru untuk meminjam tali tambang yang berada di ruangan olahraga. Akan tetapi, ruangan olahraga tersebut dikunci dan kunci itu dipegang oleh guru olahraga yang berhalangan hadir. Disaat kami mencoba menghubungi bapak tersebut, dipanggilan pertama tidak dapat dihubungi, dipanggilan kedua begitu juga, namun disaat kami akan melakukan panggilan ketiga ternyata oh ternyata jaringan hilang dikarenakan mati lampu. Ditengah hujan itu kami memutuskan untuk langsung menemui bapak tersebut kerumahnya. Nyatanya hari ini adalah hari yang sangat buruk. Sesampainya dirumahnya bapak tersebut tidak dirumah melainkan sedang mengantar anaknya berobat ke rumah sakit.
Ditengah kebingungan kami, ada seorang ibu-ibu yang bertanya kepada kami dan bahagianya kami ternyata ibu itu memiliki tali tambang bekas menarik kayu di rumahnya. Alhamdulillah. Setelah mendapatkan tali tersebut kamipun kembali ke lapangan tempat lomba.
Sesampainya dilapangan, ternyata lomba sudah ada yang dimulai dikarenakan hari sudah mulai siang. Satu persatu lomba pun kami laksanakan sampai semua susunan lomba selesai pada sore harinya. Disaat semua peserta lomba sudah meninggalkan lapangan, kamipun bergegas membersihkan lapangan karena lapangan tersebut akan dipakai kembali untuk melakukan upacara bendera 17 agustus 1945 esok harinya.
Dari pengalaman hari ini, aku merasakan apa arti kerja sama yang sebenarnya. Dimana semua panitia saling membantu walaupun adakalanya tubuh lelah seharian mengorganisir rangkaian kegiatan. Namun, itu semua tidak akan terasa jika melihat semuanya saling melempar candaan walaupun belum lama kenal.
Jadi guys biarlah muka belang, tubuh capek, dan baju kotor akan tetapi itu lebih menyenangkan dibandingkan hanya berdiam diri didalam kamar diwaktu libur.
“Menulis adalah memahat peradaban “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar