Kamis, 31 Oktober 2019

SALJU YANG HILANG

                                                                     PROLOG

 Semua yang berkaitan dengannya tak lagi ku mengerti. Ia seolah-olah menghilangkan semua tentangnya dalam kehidupanku, tanpa ia sadari diri ini selalu merasakan sakit setiap kali ia melakukannya. Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa ia tidak lagi seperti orang yang ku kenali. Kemana perginya sosok seseorang yang selalu rela melakukan segala apapun yang kuminta dan kemana perginya sebuah pundak yang selalu sedia setiap kali ku membutuhkannya, tidakkah bisa ia kembali menjadi seorang yang selalu ada untuk ku disaat semua orang perlahan-lahan hendak menghancurkan diriku ini?

 Naufan athala, kemana sosok yang menjadi pelindungku selama ini? Apakah kau sudah tak lagi peduli denganku. Salahkah aku jika mengharapkan semuanya kembali seperti semula, aku lelah. Lelah dengan semua orang yang memperlakukanku seakan-akan akulah yang paling bersalah atas semuanya. Aku butuh kamu.

Mungkin semuanya tak akan lagi terjadi, semuanya telah menghilang seiring dengan hilangnya dirimu serta rasa mu terhadapku. Sekalipun aku takkan pernah memilikimu, tapi bisakah kau tetap menjadi sosok penghiburku?
Apakah ini akhir yang sebenarnya?





BAB 1   Hilang?

Seakan semuanya hancur dalam sedetik. Semua yang terucap dalam mulutnya adalah hal yang paling ku takutkan selama ini. Benarkah semuanya telah terjadi dan berakhir? Ini bukanlah dirinya yang ku kenali selama ini. Kenapa disaat semua orang menyalahkanku, menyalahkan diriku atas semua yang terjadi dirinnya pun melakukakan hal yang sama dengan orang orang itu. Tuhan, kenapa semuanya harus terjadi dalam sekajap, aku bukanlah seorang yang kuat dalam menghadapi semua ini sendirian. Seorang yang ku harap bersedia memberikan pundaknya terhadapku nyatanya juga sama dengan orang orang lainnya.

Tak bisa lagi aku mempercayai dirinya dengan sisi yang sangat berbeda dengan yang dia berikan padaku selama ini. Baiklah jika ini yang kau inginkan, aku akan melupakan tentangmu namun jangan paksa aku untuk melupakan kenangan bersamamu.

****

Seorang gadis berperawakan mungil keluar dari apartmennya. Ia terlihat seperti sedang kebingungan pasalnya setiap ia akan berangkat ke kampusnya ia selalu mendapati sebuah surat yang tergeletak didepan pintu rumahnya. Tak ada seorangpun teman teman dikampus maupun sma nya yang mengetahui alamat rumahnya sekarang. Hanya satu orang yang mengetahuinya namun tidak mungkin dia yang melakukannya. Tanpa memperdulikan isi dari surat tersebut, gadis itu lebih memilih memasukkan kertas tersebut kedalam tasnya kemudian ia bergegas beranjak keluar apartmennnya.

Meyra Diatama. Gadis yang banyak dikagumi oleh orang-orang yang berada disekitanya, baik dikampus maupun disekolahnya dulu. Gadis yang dikenal selalu menampilkan sisi cerianya, selalu ramah terhadap adik angakatan maupun kakak angkatannnya. Orang-orang selalu menilai jika kehidupan gadis itu sangat bebas seakan akan tidak memilki beban dalam hidupnya. Namun,semuanya tidaklah semudah itu.

Meyra melewati koridor kampus nya untuk mencapai kelasnya yang berada di satu tikungan lagi. Koridor yang sedang dilewati olehnya tiaklah terlau ramai, mungkin sebagian kelas sudah mulai. Banyak yang menyapa maupun hanya tersenyum kepadanya sejak ia melangkahkan kaki di kampus ini. Selain dikenal ramah, ia juga dikenal karena kecerdasannya dalam hal akademik. Setiap temannya yang meminta bantuannya untuk memehami materi ia tidak akan menolak untuk mengajarinya dan semenjak melewati koridor ada saja yang meninta bantuannya, tanpa gadis itu sadari hal tersebut hanyalah kedok semata untuk mendekatinya oleh teman- temannya.

Sesampainya di kelas, meyra hanya melihat beberapa teman angkatannnya yang sudah berada di balik meja masing masing. Setelh menyapa teman-temannya, ia pun mendudukan dirinya di sebuah kursi yang tepat berada didepan meja dosen. Semuanya berjalan lancar hingga kelas pun berakhir lebih cepat daripada biasanya. Disaat teman-teman kelasnya sudah berhamburan keluar kelas, meyra masih menetap di kursinya dengan sebuah telepon berada di genggamannya. Dari raut mukanya ia seperti kebigungan dengan apa yang terlihat oleh matanya, pasalnya ia mendapatkan pesan yang mengatakan bahwa ia harus menuju ke taman belakang kampus oleh nomor seseorang yang tidak dikenalnya. Setelah cukup lama kebigungan dengan hal itu, meyra pun beranjak dari kediamannya setelah merapikan buku-buku yang ia keluarkan tadi.


*******

“ Lo emang bukanlah seorang yang layak untuk mendapatkan apa itu cinta. Seharusnya lo tau kalau lo itu tetap tidak lebih dari seorang gadis yang sangatlah lugudan menampilkan wajah polos disaat semua orang melihat kearah lo. Apakah dengan keadaan sekarang lo udah berpikir bahwa lo itu adalah seorang yang sngat bahagia? Gue tau lo gak lebih dari seorang gadis pengecut yang sangat rapat menyembunyikan semua apa yang telah terjadi di masa lalu. Lo itu seorang pecundang berkelas yang hanya bisa bertahan dengan keadaan sekarang tanpa lo sadari lo tidak pernah hilang dari ingatan lingkaran masa lalu lo itu.”

 Meyra diam dengan muka datar dan tubuh yang menegang kala orag tersebut berhasil membuatnya kembali ke lingkran masa lalu yang tidak ingin ia ingat kmbali. Arkan fathilah. Seorang yang selalu berkata dengan raut muka yang tegas dan rahang yang mengeras. Meyra  tidak mengerti kenapa ia bisa mengetahui tentang masa kelamnya. Karena lingkungannya sekarang sangatlah jauh dari lingkungan nya dahulu. Tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang masa lalunya.

“ apa peduli lo dengan kehidupan gue. Gue bukanlah seorang gadis lemah yang ada dala pikiran lo. Gua juga bukan seorang gadis polos yang dapat dibohongi hanya dengan kata kata lo itu.gue rasa gue gak ada salah sama lo ya. Gimana lo bia menyalahkan gue atas masa lalu itu sedangkan gue gak kenal sama lo.”

 Inilah meyra yang sebenarnnya. Ia tidak akan peduli lagi terhadap kosa katanya nya yang berubah menjadi kasar ketika berhadapan dengan seorang yang mengungkit kembali tentang masa kelam itu.

“ LO EMANG SALAH DALAM HAL MASA LALU ITU! ‘dia’ ga akan menghilang pada peristiwa itu jika elo ga buat semuanya menjaddi rumit yang lebih menjadikan elo sla ialah elo telah buat ‘dia’ kecewa dengan semua kesimpulan yang lo buat sendiri itu. Semenjak hal itu gue malah semakin benci sama lo dan semua tentang lo. LO CAMKAN ITU!!”

Meyra hanya bisa menunduk dengan menahan air matanya agar tidak terlihat oleh Arkan yang telah berlalu dari hadapannya dengan meninggalkan semua kebingungan yang ia tinggalkan terhadap Meyra. Tanpa mereka sadari ada seorang yang mendengarkan semua pembicaraan mereka sedari tadi bersembunyi dibalik sebuah pepohonan.


******

Mmm, Baby i don’t understand this
You’re changing, i can’t stand it
My heart can’t take this damage
And the way i feel, can’t stand it
Mmm, Baby i don’t understand this
Girl, you’re making it hard for me

Lagu tersebut terus mengalaun didalam kamar seorang gadis dengan keadaan kamar sangatlah temaram, ruangan tersebut hanya diterangi oleh sebuah lampu tidur. Seorang gadis yang duduk ditengah tengah kasur dengan menekuk lututunya dan menggelamkan kepalanya dalam lipatan tangan yang ia letakkan di atas lututnya. Meyra hanya berdiam diri dikamarnya setelah pulang dari kampusnya tadi. Pekataan seorang lelaki tadi masih tergiang jelas di ingatannya. Semuanya masih terasa di hatinya,perkataan yang sangat membuat luka lama itu kembali basah setalah lama kering. Tidak seorngpun yang kuat jika setelah apa yang telah berushaa ia hilangkan kembali di bawa oleh seorang ke hadapannya. Itulah kenyataan yang sedang menampar keadaan meyra sekarang. Semuanya hancur dalam sekejap.

Meyra merasakan sesak serta nyeri pada dadanya saat sedang mencoba untuk bangkit dari tempat tidurnya. Perlahan-lahan ia mencoba bangkit dengan berpeganagan dengan nakas yang berada di samping tempat tidurnya, kemudian segera membuka laci meja belajarnya untuk mengambil beberapa butir obat untuk segera ditelannya. Setelah menelan butir-butir pahit tersebut, meyra kembali merebahkan tubuhnya agar rasa sakit itu tidak terlalu terasa. Setetes airmata jatuh mengalir di pipi meyra sesaat setelah ia berhasil merebahkan dirinya.


*******


Kehidupan yang terlihat dari luar tidak selalu memiliki arti yang sama didalamnya. Kalaupun sama itu hanyalah arti yang sesaat. Setelah melihat bagaimana gadis yang sedang beradu argumen dengan seorang laki-laki dengan akhir yang membuat gadis tersebut hanya menundukkan kepalanya. Naufan Athala, seorang laki-laki yang sedang memperhatikan perdebatan antara kedua makhluk berbeda jenis bertengkar tersebut. Naufan  berajak dari persembunyiannya dengan langkah gontai menuju parkiran. Lelaki tersebut sedang mengurus surat kepindahannya ke kampus ini, setelah menjauhkan dirinya dari orang-orang yang ia sayangi. Ia terlalu takut untuk merasakan rasa kecewaaan itu lagi jika ia kembali ke tempat linkungan orang-orang masa lalunya. Sehingga ia memutuskan untuk memulai kehhidupannya yang baru di tempat ini, namun yang didapatkannya ternyata membuatnya merasakan kesakitan itu lagi. Orang yang selama ini berusaha ia hilangkan dari ingatannya ternyata berada di tempat ini. Bertahun-tahun Naufan berusaha mengenyahkan bayangan tentang gadis tersebut namun yang ia dapatkan hanayalah kesakitan setelahnya. Lalu, dapatkah ia menjalankan kehidupannya ditempat ini jika orang yang itu juga berada disekitarnya?

Naufan melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata. Ia marah dan juga merasa jadi pecundang terhadap dirinya, ia kembali mengingat kejadian pada masa itu. Dirinya yang lebih mempercayai satu informasi dan membuat ia marah terhadap dirinya sendiri adalah ketika tidak mendengarkan kebenaran dari peristiwa kemudian malah meninggalkan gadis di masa lalunya yang saat itu ia yakin sangat merasakan kepedihan serta kerapuhan mengetahui semua orang terdekatnya tak lagi mempercayai dan mengharapkannya lagi di kala itu. Sepanjang perjalanan naufan selalu mendapatkan sumpah serapah dari pengendara lain karena melajukan kendaraannya secara ugal-ugalan dikala jalanan sedang ramai.

Dikala pagi menyapa disaat itulah semua kepalsuan kembali menyala. Kembalinya pagi adalah hal yang akan melelahkan baginya. Tak semua hal indah akan menjadi kenangan yang akan dikenang selamanya, namun hal buruk yang akan terkenang selamanya. Sama halnya dengan rasa menyesal, jika apa yang telah diperbuat di masa lalu tak akan bisa di ubah kembali. Melelahkan rasanya jika semua rasa kepedihan yang dialami selama ini disimpan sendirian tanpa ada yang mampu meringankan rasa itu. Meyra telah berusaha membuka hatinya untuk menerima kehidupan dengan temannya akan tetapi hubungan itu hanyalah sebatas teman. Meyra tidak mampu menghilangkan ruang  dihatinya untuk orang masa lalunya. Seseorang yang selama ini ia rindukan sosoknya.


Kamis, 17 Oktober 2019

SEBATAS GARIS

Cahaya indahnya senja telah tergantikan oleh gelapnya malam. Kunang-kunang pun mulai memamerkan sinarnya. Sunyi senyapnya malam pun kini kian terasa disertai datangnya angin yang juga menghembuskan nafas dinginnya. Namun, itu semua tidak menggoyahkan seseorang untuk menghempaskan lamunannya. Pikiran tentang yang terjadi hari ini sungguh sulit Untuk dienyahkannya. 

Apa arti dari semua yang telah tertulis ini?. Ini semua bagaikan sebuah cahaya yang bersinar namun tidaklah memukau. Coba kau buka lagi lembaran demi lembaran buku itu lalu amati kembali, itulah kalimat yang kamu kalahkan. Kalimat yang terlihat seperti garis tersebut akan memukau jika diamati dengan penuh perasaan. 

Tidak semua diri ini bertahan dengan kecurangan dan penghianatan. Itu pula yang terjadi dengan diri ini, yang tidak sanggup lagi dengan kecurangan yang dipenuhi duri. Sama dengan garis yang nampak dalam kalimat dalam buku tersebut dengan kepercayaan ini. Apakah kepercayaan ini masih akan rela untuk dihancurkan olehmu kembali. 

Dia yang selalu datang dengan memasang tampang lugu dan polos itu ternyata hanyalah topeng. Sungguh penyamaran yang tidak terduga. 

Selasa, 15 Oktober 2019

HAKIKAT MANUSIA

A. Pengertian hakikat manusia
     Manusia adalah makhluk bertanya, ia mempunyai hasrat untuk mengetahui
segala sesuatu. Atas dorongan hasrat ingin tahunya, manusia tidak hanya bertanya tentang berbagai hal yang ada di luar dirinya, tetapi juga bertanya tentang dirinya sendiri.
       Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa pengertian hakikat manusia adalah seperangkat gagasan atau konsep yang mendasar tentang manusia dan makna eksistensi manusia di dunia.

ASPEK-ASPEK HAKIKAT MANUSIA
1. Manusia sebagai Makhluk Tuhan
    Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan YME. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka bumi ini. Kitab suci menerangkan bahwa manusia berasal dari tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah.Manusia adalah subjek yang memiliki kesadaran (consciousness) dan penyadaran diri (self-awarness). Oleh karena itu, manusia adalah subjek yang menyadari keberadaannya, ia mampu membedakan dirinya dengan segala sesuatu yang ada di luar dirinya (objek).


2. Manusia sebagai Kesatuan Badan–Roh
    Para filsuf berpendapat yang berkenaan dengan struktur metafisik manusia. Terdapat empat paham mengenai jawaban atas permasalahan tersebut, yaitu Materialisme, Idealisme, Dualisme, dan paham yang mengatakan bahwa manusia adalah kesatuan badan-roh.

A.  Materialisme.
   Gagasan para penganut Materialisme, seperti Julien de La Mettrie dan Ludwig Feuerbach bertolak dari realita sebagaimana dapat diketahui melalui pengalaman diri atau observasi. Oleh karena itu, alam semesta atau realitas ini tiada lain adalah serba materi, serba zat, atau benda. Manusia merupakan bagian dari alam semesta sehingga manusia tidak berbeda dari alam itu sendiri.


B. Idealisme.
Bertolak belakang dengan pandangan materialism, penganut Idealisme menganggap bahwa esensi diri manusia adalah jiwanya atau spiritnya atau rohaninya.


C.Dualisme. Dalam uraian terdahulu tampak adanya Dua pandangan yang bertolak belakang.Pandangan pihak pertama bersifat monis-materialis sedangkan pandangan pihak kedua bersifat monis-spriritualis.


3. Manusia sebagai Makhluk Individu
    Sebagaimana Anda alami bahwa manusia menyadari keberadaan dirinya
sendiri. Kesadaran manusia akan dirinya sendiri merupakan perwujudan individualitas manusia. Manusia sebagai individu atau sebagai pribadi merupakan kenyataan yang paling riil dalam kesadaran manusia. Sebagai perbedaan dengan manusia yang lainnya sehingga bersifat unik dan merupakan subjek yang otonom.sebagai individu, manusia adalah satu kesatuan yang tak dapat dibagi, memiliki perbedaan dengan manusia yang lainnya sehingga bersifat unik dan merupakan subjek yang otonom.
4. Manusia sebagai Makhluk Sosial
    Dalam hidup bersama dengan sesamanya (bermasyarakat) setiap individu menempati kedudukan (status) tertentu. Sehubungan dengan ini, Aristoteles menyebut manusia sebagai makhluk sosial
atau makhluk bermasyarakat (Ernst Cassirer, 1987). Terdapat hubungan pengaruh timbal balik antara individu dengan masyarakatnya. Ernst Cassirer menyatakan: manusia takkan menemukan diri, manusia takkan menyadari individualitasnya, kecuali melalui perantaraan pergaulan sosial.
5. Manusia sebagai Makhluk Berbudaya
    Manusia memiliki inisiatif dan kreatif dalam menciptakan kebudayaan, hidup berbudaya, dan membudaya. Kebudayaan bertautan dengan kehidupan manusia sepenuhnya, kebudayaan menyangkut sesuatu yang nampak dalam bidang eksistensi setiap manusia. Manusia tidak terlepas dari kebudayaan, bahkan manusia itu baru menjadi manusia karena bersama kebudayaannya (C. A. Van Peursen, 1957).
6. Manusia sebagai Makhluk Susila
    Menurut Immanuel Kant, manusia memiliki aspek kesusilaan karena pada
manusia terdapat rasio praktis yang memberikan perintah mutlak (categorical
imperative). Contoh: jika kita meminjam barang milik orang lain maka ada perintah yang mewajibkan untuk mengembalikan barang pinjaman tersebut. (S.E. Frost Jr., 1957; P.A. Van Der Weij, 1988). Sehubungan hal itu, dapatlah dipahami jika Henderson (1959) menyatakan: "Man is creature who makes moral distinctions. Only human beings question whether an act is morally right or wrong".
      Oleh karena itu manusia mempunyai kebebasan memilih dan menentukan perbuatannya secara otonom maka selalu ada penilaian moral atau tuntutan pertanggung-jawaban atas perbuatannya.
7. Manusia sebagai Makhluk Beragama
    Aspek keberagamaan merupakan salah satu karakteristik esensial eksistensi
manusia yang terungkap dalam bentuk pengakuan atau keyakinan akan kebenaran suatu agama yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku.Seperti telah kita maklumi dari uraian diatas, manusia memiliki potensi untuk mampu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. Di lain pihak, Tuhanpun telah menurunkan wahyu melalui utusan-utusanNya.


Kesimpulan :
Jadi berdasarkan uraian diatas dapat saya simpulkan bahwa sebagai manusia yang mempunyai akal dan pikiran tidak akan lepas dari berbagai aspek diatas.Manusia adalah kesatuan badan-rohani, hidup bersosial, sadar akan diri dan lingkungannya, mempunyai berbagai kebutuhan, nafsu, dan tujuan hidup. Manusia memiliki berbagai potensi, yaitu potensi untuk mampu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbuat baik dan mempunyai kebebasan memilih dan bertanggung jawab atas apa yang dipilihnya.

B. Aspek Pedagogis
Pedagogis adalah ilmu pendidikan yang menyelidiki atau mengintai mengawasi tentang gejala perbuatan pendidik.
1. Filosofi manusia sebagai makhluk tuhan ditinjau dari aspek Pedagogis.
Manusia terlahir sebagai khalifah dab hamba Allah SWT,selain untuk menyembah Allah SWT,  manusia juga sebagai pemimpin dimuka bumi ini.

2. Manusia sebagai makhluk individu.
Setiap manusia mampu menempati posisi,berhadapan,menghadapi,memasuki,memikirkan,bebas mengambil sikap Dan tindakan atas tanggung jawabnya.
3. Manusia sebagai makhluk sosial.
Aritoteles menyebutkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial atau bermasyarakat karena manusia dapat mengukuhkan eksitensinya.

C. Kemungkinan manusia dapat dididik
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Tatang Syaripudin baik dalam Tesis maupun dalam Landasan Pendidikan (1994, 208) bahwa “Manusia belum selesai menjadi manusia, ia dibebani keharusan untuk menjadi manusia, tetapi ia tidak dengan sendirinya menjadi manusia, untuk menjadi manusia ia perlu dididik dan mendidik diri. “Manusia dapat menjadi manusia hanya melalui pendidikan”, demikian kesimpulan Immanuel Kant dalam teori pendidikannya (Henderson, 1959). Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil studi M.J. Langeveld yang memberikan identitas kepada manusia dengan sebutan Animal Educandum (M.J.
Langeveld, 1980).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk yang
membutuhkan penyempurnaan sebagai manusia melalui pendidikan, dan
kebutuhan untuk mengembangkan dirinya melalui upaya yang terus menerus
menggali potensi dengan proses mendidik diri.

D.  Hubungan hakikat manusia dengan Pendidikan dan hubungan manusia dengan pendidikan
A.  Hubungan hakikat manusia dengan pendidikan
      Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna yang memilki kemampuan intelektual dan daya nalar sehingga manusia mampu berfikir,berbuat, dan bertindak untuk membuat perubahan dengan maksud pengembangan sebagai manusia yang utuh. Manusia berfikir secara dinamis.
      Dalam kaitannya dengan perkembangan individu, manusia dapat tumbuh dan berkembang melalui suatu proses alami menuju kedewasaan baik bersifat jasmani maupun rohani. Oleh karena itu, manusia memerlukan pendidikan demi mendapatkan perkembangan yang optimal sebagai manusia.
B. Hubungan manusia dengan pendidikan 
Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang mempunyai akal dan pikiran yang dibekali berbagai kelebihan diantaranya kemampuan berfikir, berperasaan dan kemampuan lainnya dan manusia makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan YME. Manusia mempunyai rasa ingin tahu. Jadi pendidikan mutlak harus ada pasa manusia, karena pendidikan merupakan hakikat hidup dan kehidupan.

E. Asas terkait manusia dengan pendidikan menurut M. J Langeveld 
1.Asas Potensialitas. Pendidikan bertujuan agar seseorang menjadi manusia ideal atau berpotensi dalam bidang pendidikan . Sosok manusia ideal tersebut antara lain adalah manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, bermoral/berakhlak mulia, cerdas, berperasaan, berkemauan, mampu berkarya.
2. Asas Sosialitas. Pendidikan berlangsung dalam pergaulan (interaksi/komunikasi) antar sesama manusia (pendidik dan peserta didik). Melalui pergaulan tersebut pengaruh pendidikan disampaikan pendidik dan diterima peserta dididik.
3. Asas Individualitas. Praktik pendidikan merupakan upaya membantu manusia (peserta didik) yang antara lain diarahkan agar ia mampu menjadi dirinya sendiri. Dipihak lain, manusia (peserta didik) adalah individu yang memiliki ke-diri-sendirian (subyektivitas), bebas dan aktif berupaya untuk menjadi dirinya sendiri. Sebab itu, individualitas mengimplikasikan bahwa manusia akan dapat dididik.
4. Asas Moralitas. Pendidikan bersifat normatif, artinya dilaksanakan berdasarkan sistem norma dan nilai tertentu. Di samping itu, pendidikan bertujuan agar manusia berakhlak mulia; agar manusia berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang bersumber dari agama, masyarakat dan budayanya.
5. Asas Dinamika Manusia selalu aktif baik dalam aspek fisiologik maupun spiritualnya. Ia selalu ingin mengejar segala hal yang lebih dari apa yang telah mereka dapatkan. Ia berusaha mengaktualisasikan diri menjadi manusia yang ideal, baik dalam rangka interaksi atau komunikasinya. Jadi tujuan dari sudut pendidik, pendidikan dilakukan dalam rangka membantu manusia (peserta didik) agar menjadi manusia ideal. Di pihak lain manusia itu sendiri memiliki dinamika untuk menjadi manusia ideal. 

F.  Pendidikan sebagai humanisasi 
   Humanisasi pendidikan adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk pengembangan potensi-potensi peserta didik sebagai manusia seutuhnya, yang dilakukan secara manusiawi (memanusiakan rnanusia), sehingga peserta didik dapat berkembang baik menuju kearah kesempurnaan. Pandangan manusia dan proses humanisasi, banyak diuraikan dan diyakini selalu menjadi perhatian para pemikir dalam pelbagai bidang ilmu. Namun, meskipun ada banyak pendapat tentang humanisme, yang paling jelas, baik secara sadar ataupun tidak sadar, eksplisit maupun implisit, terarah pada keinginan yang besar untuk mengkultuskan manusia. 
  Humanisasi pendidikan merupakan upaya untuk menyiapkan generasi yang cerdas nalar, cerdas emosional, dan cerdas spiritual, bukan menciptakan manusia yang kerdil, pasif, dan tidak mampu mengatasi persoalan yang dihadapi. Pendidikan meniscayakan untuk lebih membentuk manusia lebih manusiawi, dan tentunya dengan mengedepankan aspek-aspek kemanusiaan, karena peserta didik adalah manusia yang harus dimanusiakan.

G. Pengertian Pendidikan dan Ham
Pengertian Pendidikan 
Pendidikan (bahasa Inggris : education) adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.
Pengertian Pendidikan secara umum adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya 

Pengertian Ham
Pengertian HAM adalah hak-hak dasar manusia yang dimiliki sejak berada dalam kandungan dan setelah lahir ke dunia (kodrat) yang berlaku secara universal dan diakui oleh semua orang.

H. Hubungan manusia dan Ham dengan harkat dan martabat manusia 
Harkat dan martabat manusia tidak terlepas dari hak asasi manusia dalam menjaga harga dirinya karena sudah melekat sejak lahir dan terbawa dalam kehidupan bermasyarakat. Demikian juga dengan kewajiban asasi manusia yaitu untuk membatasi hak yang dimiliki.
Pendidikan sebagai Hak Setiap Warga Negara. Hak untuk mendapatkan pendidikan bagi setiap warga negara tertuang dalam Pasal 31 UUD Rl 1945,
1. Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
2. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah 
wajib membiayainya. 
3. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan 
nasional, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur 
dengan undang-undang. 
4. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah, untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa "pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan 
berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi

I. Karakteristik manusia berdasarkan pandangan Hidup pancasila
Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut. Menurut saya hal ini benar, kita hidup di negara indonesia yang memiliki sebuah ideologi yaitu Pancasila, pancasila dapat dikatakan sebagai ideologi karena pancasila mempunyai pandangan hidup bangsa indonesia menuju ke demokrasi. Pandangan hidup tersebut diwujudkan untuk mensejahterakan rakyat dan rakyat bisa ikut peran dalam pemerintahan. Pandangan hidup bangsa indonesia juga dapat diambil dari ke lima sila dalam pancasila yang merupakan juga cita-cita bangsa indonesia sejak merdeka. Hal ini sangat penting karena dengan menerapkan nilai – nilai luhur pancasila dalam kehidupan sehari – hari maka tata kehidupan yang harmonis diantara masyarakat Indonesia dapat terwujud. 

J. Jelaskan dimensi berikut ini 

1. Dimensi Intelektual
Mampu mengembangkan wawasan dan iptek, terampil mengkomunikasikan pengetahuan dan memecahkan masalah.

2. Dimensi Sosial

Dimensi sosial pada diri manusia akan terlihat sangat jelas pada dorongan untuk bisa bergaul satu sama lain, dengan adanya dorongan untuk bergaul tersebutlah, setiap orang ingin bertemu dengan sesamanya. Manusia itu sendiri memang dilahirkan sebagai suku bangsa tertentu dengan adat kebudayaan tertentu pula.

3.Dimensi Personal
    Lysen mengartikan individu sebagai “ orang seorang”, sesuatu yu keutang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in devide), selanjutnya individu diartikan sebagai pribadi.Setiap anak manusia yang dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi berbeda dari yang lain atau menjadi seperti dirinya sendiri.Karena adanya individualitas itu setiap orang memiliki kehendak, perasaan, cita-cita, kecenderungan, semangat dan daya tahan yang berbeda.

4. Dimensi Produktivitas
    Kesanggupan memilih pekerjaan sesuai dengan kemampuan, keserasian hidup bekeluarga, pandai menempatkan diri sebagai konsumen dan produsen, serta kreatif dan berkarya.




Sumber :
Dr. Muhammad S. Sumantri,  M. Pd. Hakikat Manusia dan Pendidikan. 

Moh. Ibu Sulaiman Slamet. 2003. Manusia sebagai makhluk Pedagogis. 32-44.

Https://jurnal.mtsddicilellang.sch.id/index.
php. Al-musannif.

Dr. Y. Suyitno, M. Pd. Manusia dan Pendidikan.Modul 1.

Tatang So. 2010. Landasan Pendidikan, Manusia dan Pendidikan. 

Sholehudin, M.Pd. 2018. Humanisasi Pendidikan. Artikel 

Kamis, 10 Oktober 2019

ANAK NAGARI

                                                                             ANAK NAGARI



        Suara kicauan burung yang menghiasi pagi-pagi sebelumnya tak lagi terdengar. Akan tetapi, digantikan oleh gemericik air yang mengenai atap rumah-rumah warga. Pagi yang seharusnya menjadi awal dari mengawali hari, kini hanyalah pagi yang menghalangi hari. Mentari tak menampakkan sinarnya dan burungpun tak menampilkan kicauannya.
Pagi ini, harusnya kami sudah berada dilapangan sepak bola untuk menyiapkan alat-alat dan peralatan untuk lomba-lomba nanti. Akan tetapi, karena pagi ini di datangi oleh hujan jalan kami untuk ke lokasi sedikit terhambat. Seharusnya pada pukul 8.00 wib lomba-lomba yang sudah direncanakan oleh panitia semalam sudah dilaksanakan. Akan tetapi, panitia belum juga tiba di lokasi.
      Panitia yang sudah sampai di lapanganpun diarahkan oleh ketua pelaksana untuk segera menyiapkan peralatan-peralatan yang akan digunakan nanti. Akan tetapi, alat untuk perlombaan ternyata belum lengkap. Tali tambang yang katanya tersedia di salah satu SD ternyata tidak ditemukan, sedangkan lomba tarik tambang tersebut  akan dilaksanakan pertama kali. Karena tidak ada paintia disana yang bisa diganggu gugat tugasnya pun akhirnya aku dan salah satu temanku yang disuruh meminjam tali tambang ke salah satu SMP.
      Ditengah perjalanan ke sekolah tersebut, ternyata hujan yang semula hanya gerimis menjadi hujan deras. Karena sekolah tersebut sudah dekat kamipun menerobos hujan itu. Sesampainya di sekolah, kami terdiam. Disekolah tersebut tidak ada seorangpun yang kelihatan dipekarangannya. Karena tidak melihat penjaga sekolah, kamipun mencari guru yang kebetulan sedang mengadakan rapat di beberapa kelas. Karena keadaan mendesak kamipun meminta pertolongan kepada salah seorang guru untuk meminjam tali tambang yang berada di ruangan olahraga. Akan tetapi, ruangan olahraga tersebut dikunci dan kunci itu dipegang oleh guru olahraga yang berhalangan hadir. Disaat kami mencoba menghubungi bapak tersebut, dipanggilan pertama tidak dapat dihubungi, dipanggilan kedua begitu juga, namun disaat kami akan melakukan panggilan ketiga ternyata oh ternyata jaringan hilang dikarenakan mati lampu. Ditengah  hujan itu kami memutuskan untuk langsung menemui bapak tersebut kerumahnya. Nyatanya hari ini adalah hari yang sangat buruk. Sesampainya dirumahnya bapak tersebut tidak dirumah melainkan sedang mengantar anaknya berobat ke rumah sakit.
        Ditengah kebingungan kami, ada seorang ibu-ibu yang bertanya kepada kami dan bahagianya kami ternyata ibu itu memiliki tali tambang bekas menarik kayu di rumahnya. Alhamdulillah. Setelah mendapatkan tali tersebut kamipun kembali ke lapangan tempat lomba.
         Sesampainya dilapangan, ternyata lomba sudah ada yang dimulai dikarenakan hari sudah mulai siang. Satu persatu lomba pun kami laksanakan sampai semua susunan lomba selesai pada sore harinya. Disaat semua peserta lomba sudah meninggalkan lapangan, kamipun bergegas membersihkan lapangan karena lapangan tersebut akan dipakai kembali untuk melakukan upacara bendera 17 agustus 1945 esok harinya.
Dari pengalaman hari ini, aku merasakan apa arti kerja sama yang sebenarnya. Dimana semua panitia saling membantu walaupun adakalanya tubuh lelah seharian mengorganisir rangkaian kegiatan. Namun, itu semua tidak akan terasa jika melihat semuanya saling melempar candaan walaupun belum lama kenal.

       Jadi guys biarlah muka belang, tubuh capek, dan baju kotor akan tetapi itu lebih menyenangkan dibandingkan hanya berdiam diri didalam kamar diwaktu libur.


 “Menulis adalah memahat peradaban “

TAK DIHARAPKAN ? Cahaya indahnya senja berganti kelabu Semua yang tersimpan raup dari sisiku Segala yang tangan ini genggam, jatuh me...